Berita
IPB Menuju World Class University ?

Bogor, KilasKampus-IPB berbenah diri terutama penataan transportasi yang ramah lingkungan hingga dikatakan kampus hijau (green campus). Dalam implementasi kebijakan kampus hijau ini dimulai awal Maret, namun pelaksanaannya tidak mulus karena menuai protes dari kalangan mahasiswa dan masyarakat disekitar kampus. Menurut ketua BEM IPB, Danang, dalam penerapannya masih banyak yang harus dibenahi, terutama dalam hal penggunaan kendaraan kampus yang Green Transportation (GT) dan sebaiknya terlebih dahulu harus disosialisasikan. “Kebijakannya bagus, hanya sosialisasi dan implementasinya masih harus dibenahi terutama ke semua civitas IPB karena masih taraf uji coba,” ujar Danang yang disampaikan kepada Edupost ID yang dikutip KilasKampus.com. Dalam menerapkan penggunaan GT sebagai angkutan ramah lingkungan banyak mahasiswa yang merasa keberatan, meskipun biaya yang ditetapkan berkisar Rp.1.000-Rp.2.000 masih banyak mahasiswa yang tidak mau menggunakan kendaraan yang bebas polusi.

Sebelumnya, sempat terjadi aksi demo baik dari kalangan mahasiswa maupun tukang ojek yang biasa mangkal disekitar kampus IPB tersebut. Mereka menolak penerapan green campus yang menyebabkan pemblokiran jalan masuk dekat hutan ARL. Danang menambahkan, ini semua karena kurangnya sosialisasi dari pihak kampus ke masyarakat dan mahasiswa. Menurut Danang, saat ini sedang dilakukan pembenahan untuk soasialisasi dan semua bentuk penolakan dari berbagai kalangan sudah diundang untuk didiskusikan oleh pihak rektorat. Profesi tukang ojek akan dialihkan menjadi supir bis IPB dengan diberi gaji Rp.1,5 juta per bulan. Pihak rektorat akan mengalihkan tukang ojek menjadi pegawai green campus sedangkan pedagang yang biasa berjualan disekitar kampus akan ditata ulang.  

Disisi mahasiswa, banyak mahasiswa yang berkebaratan dengan diterapkannya kendaraan transportasi GT tersebut selain jadwal yang tidak teratur dan juga membebani biaya. “Transportasi yang berbayar itu biayanya lumayan juga,” kata Novi mahasiswa FMIPA. “Kami senang IPB bercita-cita menjadi Universitas Berkelas Dunia, asalkan tidak memberatkan kami”, tandas Novi yang diamini oleh teman-temannya, Dwilaras Athina, Putri Novia Fahmawati.(bd/Nisa)

About the author

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seven + six =

CONTACT US

[email protected]

Jln. Perumahan Kayu Manis Residence No.D8. Kelurahan Kayu Manis. Kota Bogor 16169