Berita
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Juara Shell-Eco Marathon Drivers World Championship 2016 di London Inggris

London, KilasKampus.com – Perwakilan Indonesia pada ajang mobil hemat energi Shell-Eco Marathon Drivers World Championship (SEM-DWC) di London, Inggris dimenangkan oleh tim Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Semula direncanakan ada tiga tim wakil Indonesia dalam ajang bergengsi tersebut, yakni Tim Universitas Indonesia (UI) Jakarta dengan mobil berbahan bakar bensin, tim Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dengan mobil berbahan bakar diesel, dan tim Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung menggunakan energi penggerak tenaga listrik. Tim UPI menjuarai lomba balap mobil hemat energi SEM-DWC tersebut di London, Inggris pada hari Minggu (3/7) sore waktu setempat, mengungguli dan bersaing ketat dengan tim ISEN Toulon (Perancis) dan tim Mater Dei Supermileage (Amerika Serikat) di lintasan Queen Elizabeth Olympic Park.

Walaupun kedua tim sempat membayang-bayangi laju pacu tim Bumi Siliwangi UPI, bahkan sempat berada didepan pada paruh lap pertama, namun mobil Bumi Siliwangi yang start pada posisi kedua berhasil menyalipnya. Tim Bumi Siliwangi dan dua tim dari Perancis dan Amerika Serikat berganti memimpin pada paruh terakhir lap pertama. Tetapi, pada lap kedua mobil dari UPI tak terkejar lagi sehingga berada diposisi terdepan meninggalkan kedua tim dari negara lain. 

Ketersediaan energi listrik mobil Bumi Siliwangi unggul 58,5 persen dibandingkan dengan tim dari Amerika Serikat yang tersisa 50,1 persen, dan diatas tim ISEN Toulon Perancis dengan sisa bahan bakar listrik 62,9 persen.

Mobil bertenaga listrik Turangga Chetta EV3 karya mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia yang meluncur terdepan memantapkan posisi pada lap ketiga yang merupakan lap terakhir dan kemudian diikuti oleh ISEN Toulon Perancis yang menyodok diposisi kedua, diikuti posisi ketiga Mater Dei Supermileage Amerika Serikat dalam final lomba balap mobil Urban Consept (konsep perkotaan) dengan bahan bakar bensin, diesel, dan listrik.

Memang sempat menegangkan di lap terakhir pada saat daya listrik mobil tim Bumi Siliwangi daya listriknya tinggal 0,18 persen pada jarak 200 meter menjelang finis. Dibelakangnya ada tim ISEN Toulon yang membututi terus mengejar ke posisi pertama dengan sisa energi listrik 0,5 persen. “Saya sempat deg-degan karena baterai melemah, sedangkan cadangan listrik sudah menipis dan dibelakang ada mobil Perancis,” kata Ramdani (22), pengemudi Turangga Chetta EV3.

Saat Turangga Chetta EV3 mencapai garis finis, hadirin yang duduk di tribun langsung bertepuk tangan. Saat dicek daya baterai mobil persis tersisa angka 0,0 persen di garis finis sehingga tim Indonesia yang diwakil tim UPI menjadi juara untuk pertama kali juara SEM DWC. “Ini torehan sejarah bagi tim Indonesia yang tidak bisa diubah,” kata Danny Van Otterdyk, Manager Shell Eco Marathon, sebagai Ketua Penyelenggara SEM DWC di London. (bd/Kompas/BBC.com) 

About the author

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 + 6 =

CONTACT US

[email protected]

Jln. Perumahan Kayu Manis Residence No.D8. Kelurahan Kayu Manis. Kota Bogor 16169