Berita
Tim Mobil Sapu Angin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Gagal Tampil Di London, Inggris

Surabaya, KilasKampus.com – Tim Mobil Sapu Angin XI Institut Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya batal mengikuti kompetisi mobil irit bahan bakar Shell Eco-Marathon Drivers World Championship di London, Inggris, 30 Juni – 3 Juli 2016. Tim dari ITS salah satu dari tiga tim yang mewakili Indonesia yang berlaga di ajang yang sama, yakni Universitas Indonesia (UI) Jakarta dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Mobil Diesel itu terbakar saat dikeluarkan dari peti kemas di arena lomba pada Senin (27/6). 

Untuk mengetahui penyebab terbakarnya mobil Sapu Angin, menurut Ketua Jurusan Teknik Mesin ITS, Bambang Pramujati, akan dilakukan investigasi dimulai dari dalam peti kemas yang digunakan untuk mengangkut mobil dan kemudian akan dilanjutkan kebagian lain saat mobil dikirimkan menuju ke arena perlombaan. Bambang mengakui, dirinya masih penasaran atas terjadinya kebakaran mobil tersebut, namun dia tidak menyalahkan siapapun dalam kejadian itu. “Makanya, penyelidikan dan pengumpulan data yang akurat akan dilakukan agar benar-benar tahu apa yang menyebabkan terjadinya kebakaran mobil itu,” kata Bambang dihadapan media pada Selasa (28/6). 

Dosen pembimbing Tim Sapu Angin, Wityanto, dalam rilisnya mengatakan, peti kemas mengeluarkan asap saat diturunkan menggunakan truk di Queen Elisabeth Olympic Park, London. “Kami curiga, ada yang tidak beres. Ketika peti kemas dibuka, mobil sudah terbakar “Ujarnya Selasa (28/6).“Kabar terbakarnya mobil Sapu Angin, saya bersama dengan tujuh mahasiswa tim Sapu Angin masih berada di Doha, Qatar transit menuju London. Meski batal berlomba, kami tetap berada di London nonton kompetisi itu,” tambah ketua tim tersebut.

“Atas peristiwa itu, mobil Sapu Angin tidak bisa berlaga diturnamen bergengsi Drivers World Championship (DWC) di London, Inggris yang diikuti oleh negara-negara tiga benua, Amerika, Eropa, dan Asia dan tentu kejadian ini membuat tim Sapu Angin merasa sangat terpukul,”tambah dosen Pembimbing tersebut.

Rektor ITS, Joni Hermana mengungkapkan, kejadian itu sangat mengecewakan. Tapi, dia yakin setiap kejadian pasti ada hikmahnya, dan hikmah yang tersembunyi hanya Tuhan yang tahu. Semoga mahasiswa semangat, bersabar dan bersyukur,” tutur Rektor ITS tersebut.

Kompetisi di London ini sangat bergengsi yang diikuti dari para pemenang mewakili tiga benua yang menjadi juara dalam lomba Shell Eco-Marathon Challenge (SEMC) di benua Asia, Eropa, dan Amerika. Shell Eco-Marathon Drivers World Championship digelar 30 tahun setelah SEMC pertama kali diperlombakan. Tim Asia diwakili lima tim yang berasal dari Indonesia adalah ITS, UI, dan UPI, serta dua tim yang terdiri dari Singapura dan Filipina.(bd/Kompas.com/VIVA.co.id/ANTARANews/Tempo.co)

About the author

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 + four =

CONTACT US

[email protected]

Jln. Perumahan Kayu Manis Residence No.D8. Kelurahan Kayu Manis. Kota Bogor 16169